modu Mil11

Sekolah Dagang Saham

Sekolah Dagang Saham

Analisa Teknikal Saham




Kenali Pasar Saham

Kenali Pasar Saham

Friday, September 28, 2018

5 Cara jitu memilih saham untuk trading yang menguntungkan puluhan hingga ratusan juta

Cara memilih saham untuk trading sebenarnya gampang gampang susah, kenap demikian? Ya, karena hanya memilih salah satu emiten yang up trend kemudian tinggal putuskan membeli perusahaan tersebut maka anda akan untung. Dalam saham ketika anda membeli dengan harga murah dan menjualnya diharga tinggi maka anda akan mendapatkan selisih harga jual beli yang disebut dengan capital gain.

Dengan cara itu anda bisa meraup keuntungan yang sangat besar hingga puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah jika anda membeli saham dalam jumlah yang besar. Ketika saya menulis artikel ini salah satu emiten yang naik drastis adalah perusahaan yang berkode saham TAXI. Dalam sepekan harga saham taxi naik hingga mencapai 300% bayangkan saja jika anda membeli 1 juta rupiah saja anda sudah untung 3 juta dalam sepekan, bagaimana jika anda membeli lebih dari itu? Fantastis bukan!

Eitss... Tetapi tunggu dulu, kenaikan harga saham sefantastis seperti itu tidak mudah anda dapatkan walaupun anda sudah membeli saham tersebut, ingin tau kenapa? Karena faktor psikologi yang cepat ingin merealisasikan keuntungan atau terlalu takut bila harga sahamnya turun lagi. Maka dari itu, mari kita ulas bagaimana Cara memilih saham untuk trading  yang menguntungkan puluhan hingga ratusan juta
Baca juga : Yuk Nabung Saham

Yang perlu anda persiapkan sebelum membeli saham untuk anda tradingkan adalah sebagai berikut ;

Tentukan planing

Gunakan indikator

Lihat volume transaksi

Fundamental perusahaan?

Disiplin
Cara memilih saham untuk trading
Mari kita ulas satu persatu, bagaimana kita menerapkan cara diatas agar trading kita lebih profit maksimal walaupun setiap orang yang terjun kedunia saham pasti pernah mengalami kerugian termasuk warren buffet sekalipun. Namun cara diatas ini memungkinkan kita untuk meminimalkan resiko kita dalam bermain saham dan memaksimalkan profit kita semaksimal mungkin.

1. Tentukan planing
Penting sekali dalam trading saham, anda menentukan planing anda karena apapun yang terjadi maka itulah keputusan anda dalam membeli ataupun menjual saham. Jangan mudah terpengaruh dengan bisikan orang lain sekalipun dia sudah lama menggeluti dunia saham, anda harus dan wajib menentukan trading plan anda.

Contoh : Jika anda ingin membeli saham ABCD diharga 100 rupiah tetapi harga saham tersebut sudah 110 maka jangan ambil saham tersebut sebelum nilainya turun ke harga 100 rupiah walaupun saham tersebut "katanya" akan naik lagi. Begitu juga dengan menjual saham, ketika anda sudah memiliki target bila saham yang sudah anda beli naik 5% atau turun 3% maka anda akan menjualnya dan persentase yang anda targetkan tercapai maka apapun alasannya anda harus mejual saham tersebut walaupun dalam kenyataanya saham yang anda targetkan melampaui persentase yang anda tentukan. Karena ini sering terjadi ketika kita menjual saham (take profit) berdasarkan target (misalnya) 5% dan kemudian saham tersebut terus meranjak naik, jangan sesalkan itu. Tetap besyukur walaupun untung atau rugi sesuai dengan trading plan kita.

Kita tidak akan pernah tau apakah harga saham akan turun atau naik, yang kita harus pahami adalah bagaimana kita bisa mengamankan uang kita terlebih dahulu sesuai dengan trading plan kita masing masing. Contoh kasus seperti ini adalah untuk trading saham bukan investasi jangka panjang. Di artikel berikutnya saya akan menjelaskan bagaimana caranya untuk menjadi investor saham jangka panjang.

2. Gunakan indikator
Berbeda dengan investor jangka panjang yang lebih menganalisa fundamental perusahaan yang akan dibeli seperti kata lho keng hong pada HUT ukrida "trading saham hanya mementingkan ekor sapi,  asalkan ekornya masih bergerak naik turun dia tidak akan peduli dengan kondisi sapinya. Tetapi seorang investor saham akan lebih mementingkan kondisi kandang dan sapinya"

Memang benar apa yang dikatakan oleh lho keng hong, namun disini kita membahas bagaimana Cara memilih saham untuk trading yang menguntungkan puluhan hingga ratusan juta, bukan tentang value investor. Untuk dapat melakukan trading saham yang benar, anda harus menggunakan indikator baik itu moving average maupun MACD, dll. Tetapi saya sarankan disini jangan menggunakan indikator terlalu banyak karena itu sama saja akan membuat anda bingung dan menghancurkan trading plan anda.

Bijaklah menggunakan indikator yang menurut anda sesuai dengan trading plan anda, indikator hanya sebagai alat pembantu untuk melihat kondisi saham up trend maupun down trend.

Contoh : Jika anda menggunakan indikator moving average (MA15 dan MA30) maka ketika MA15 menembus MA30 artinya saham itu sedang up trend dan layak untuk dipertimbangkan, begitu pula dengan indikator yang lain. Fungsinya adalah untuk melihat saham yang lagi up atau down trend tidak lebih. Setelah anda mendapatkan saham yang sedang up trend maka lanjutkan ke tahap berikutnya
Baca juga : Sektor apa saja yang terdapat pada BEI

3. Lihat volume transaksi
Volume transaksi mengindikasikan perusahaan itu liquid atau tidak. Liquid dalam artian saham tersebut aktif diperjual belikan, jangan sampai anda membeli saham yang tidak liquid, karena jika anda masuk ke saham yang tidak liquid kemudian anda nyangkut disaham tersebut maka anda akan sulit keluar dalam waktu cepat. Banyak trader pemula yang nyangkut dan akhirnya menjadi investor dadakan karena mereka tidak disiplin menjalankan trading plan mereka.

Sebelum memutuskan untuk membeli saham, tidak ada salahnya kita melihat volume transaksi dari waktu ke waktu, hati hati jika volume transaksi tinggi dalam sehari saja tapi sebelumnya tidak ada transaksi. Kondisi seperti itu banyak terjadi pada saham gorengan, carilah saham yang volumenya stabil. Jauh lebih aman jika anda tidak tergesa gesa membeli saham namun hasilnya sangat memuaskan.

4. Fundamental perusahaan?
Teknik fundamental biasanya digunakan oleh value investor atau inventor jangka panjang, mereka tidak akan peduli saham tersebut naik atau turun, mereka hanya membeli ketika perusahaan tersebut mencatatkan laporan keuangan yang baik, laba meningkat, memiliki prospek jangka panjang. Namun apakah ini berlaku pada trading saham?

Tentunya apapun analisa yang anda lakukan baik itu investor maupun trading saham semua itu sah sah saja apabila dilakukan dengan disiplin, jika anda sebagai trader melakukan analisa fundamental tentu sangat membantu keputusan trading anda dengan syarat "jangan sampai anda melupakan analisa sebelumnya" sebab menentukan planing, menggunakan indikator, melihat volume transaksi sangat sangat penting dilakukan oleh seorang trader.

Menjadi seorang trader harus siap dengan segala resiko, baik itu cut loss (jual rugi) maupun take profit (jual untung). Berbeda dengan value investor, mereka akan lebih nyaman berinvestasi jangka panjang walaupun harga sahamnya terus turun, saat sahamnya terus turun value investor memiliki kesempatan untuk menambah kepemilikan di perusahaan tersebut namum jika anda seorang trader maka anda tidak akan bisa tidur nyenyak jika saham anda terus turun bukan? Maka dari itu disiplinlah terhadap trading plan anda.

5. Disiplin
Bicara tentang disiplin, apapun yang anda kerjakan secara disiplin maka akan mendapatkan hasil yang maksimal, begitu pula dengan trading di bursa saham. Lakukan analisa anda dengan disiplin, konsisten kepada apa yang sudah menjadi keputusan anda dan lakukan secara continue maka apa yang menjadi impian anda akan berhasil. Perubahan besar akan anda rasakan ketika anda sudah terbiasa akan kedisiplinan anda.

Hal yang anda dapat ketika anda disiplin dalam menjalankan trading plan anda adalah psikologi yang stabil. Ya, psikologi adalah kunci utama dalam bermain saham, banyak dari pakar yang mengungkap bahwa, 20% kunci sukses dibursa saham adalah analisa dan 80% kunci suksesnya adalah psikologi.

Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwah jika kita disiplin menjalankan aturan yang kita buat niscaya kita akan sukses berbisnis saham di bursa efek indonesia, tidak terkecuali siapa anda sebelumnya bahkan banyak yang tidak memiliki pendidikan formal juga dapat sukses di bursa saham.

Bursa saham adalah harta karun yang belum banyak diketahui oleh masyarakat kita, maka dari itu mulailah dari sekarang, kekayaan terbesar ada dibursa saham, bukan dilautan yang dalam. Sekian dari saya, semoga artikel ini bermanfaat. Silahkan berkomentar di kolom yang sudah disediakan dibawah ini. Terimakasih

Wednesday, September 19, 2018

Darimana dan Mengapa Trader Harus Tahu Candlestick ?


awards1
Grafik batang lilin (candlestick) adalah jenis grafik yang umum dipakai dalam perdagangan saham, forex dan komoditas. Disebut grafik batang lilin (candlestick) karena grafik ini mempunyai garis-garis yang menyerupai batang lilin. Grafik candlestick menampilkan harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low) dan harga penutupan (close). Bentuk candlestick terlihat seperti sebuah balok dengan bentuk khusus,

Ada dua warna yang bisa digunakan, misalnya hijau dan merah, atau hitam dan putih. Gambar di atas, yang berwarna hijau menunjukkan harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan (positif), sedangkan warnah merah adalah harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan (negatif). 
Komposisi bentuk candlestick sendiri terdiri dari badan (body candle) dan ekor (shadow). Bila ekor atau garis berada di atas body candle, maka disebut upper shadow, sedangkan bila ekor atau garis berada di bawah body candle, maka disebut lower shadow.
Sejarah Candlestick Chart dan Munehisa Honma
Grafik candlestick adalah metode yang dikembangkan oleh Munehisa Honma, seorang trader komoditas beras pada abad ke-18 di Jepang. Sedangkan orang yang mempopulerkan grafik candlestick di dunia barat yaitu Steven Nison. Munehisa Honma adalah salah satu di antara orang Jepang pertama yang paling terkenal dalam mempergunakan data harga masa lampau untuk memprediksi pergerakan-pergerakan harga di masa depan. Dia mengumpulkan sebuah trading keberuntungan yang besar di pasar beras selama abad ke-18.
Honma diberi kewenangan untuk mengontrol bisnis keluarganya di tahun 1750, dia memulai trading pada bursa komoditas beras lokalnya di kota pelabuhan Sakata. Kota pelabuhan Sakata merupakan sebuah wilayah pengumpulan dan pengiriman beras. Honma mulai mencatat pergerakan-pergerakan harga beras pada sebuah kertas. Dia menarik pola harga pada kertas perkamen padi, mencatat harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (close) setiap hari. Honma mulai melihat pola dan sinyal berulang di balok-balok harga yang dia gambar dan segera mulai memberinya nama seperti pada nama pola grafik candlestick yang kita kenal sekarang
Grafik candlestick inilah yang ditemukan oleh Steve Nison saat berkenalan dengan seorang pialang warga Jepang pada tahun 1987, dan mulai diperkenalkan ke dunia barat melalui buku ”Japanese Candlestick Charting Techniques
Fungsi dan Keunggulan Candlestick Chart
Pada umumnya trader suka menggunakan grafik candlestick karena dengan melihat grafik ini, trader lebih mudah dan cepat saat melakukan analisis karena lebih mudah dilihat dan dipahami. Grafik candlestick sangat mudah dibaca, karena selain bisa menggunakan dua warna berbeda, candlestick memiliki kelebihan lain yaitu mampu menampilkan psikologi pasar dengan lebih mudah dan jelas dibanding grafik garis maupun diagram batang
Secara psikologisnya, candlestick digunakan untuk mengetahui tekanan yang dilakukan oleh pembeli atau penjual. Pada akhir periode tertentu adu kekuatan tekanan itu akan terlihat pada panjang body dan shadow-nya, seperti contoh:
  1. Body putih/biru panjang, menunjukkan bahwa dari awal hingga akhir periode dikuasai oleh pembeli tanpa perlawanan berarti dari penjual.
  2. Body hitam/merah panjang, menunjukkan bahwa dari awal hingga akhir periode dikuasai oleh penjual tanpa perlawanan berarti dari pembeli.
  3. Shadow panjang di bawah body, menunjukkan bahwa pada awalnya penjual mendominasi namun pada perjalanannya sampai akhir periode, pembeli memberikan perlawanan yang kuat sehingga harga berbalik arah.
  4. Shadow panjang di atas body, menunjukkan bahwa pada awalnya pembeli mendominasi namun pada perjalanannya sampai akhir periode, penjual memberikan tekanan yang kuat sehingga harga berbalik turun
Pahami Sebelum Anda Menggunakannya
Beberapa puluh tahun yang lalu, orang-orang masih belum memahami adanya grafik candlestick sebagai media yang memudahkan untuk analisis teknikal. Sekarang ini grafik candlestick sudah sangat mendunia hingga hampir tidak ada satupun perangkat trading yang tidak menampilkan grafik ini sebagai pilihan tampilannya, dikarenakan beberapa keunggulan grafik ini untuk mengkomunikasikan psikologi pasar dengan lebih mudah dan jelas. Namun sebelum memulai trading, Anda sebaiknya memahami kegunaan grafik tersebut baru bisa menggunakannya secara optimal.

Indikator Trading, PERLUKAH? AKURAT KAH?

Dalam dunia Teknikal Analisis , kita tidak lepas dari istilah indikator yang membantu para trader atau investor mengambil keputusan investasi. Namun sering juga kita jumpai bahwa indikator trading yang kita gunakan dapat bersifat bertolak belakang dari pergerakan harga sahamnya (divergence) dan ini terkadang bisa buat “bingung” para trader untuk melakukan keputusan investasi.
Arah market pada dasarnya tidak bisa diprediksi, sederhananya semua bergerak berdasarkan kekuatan supply dan demand itu sendiri, namun yang perlu digaris bawahi adalah pergerakan harga selalu membentuk pola pola tertentu, inilah yang seharusnya menjadi acuan untuk MENGANTISIPASI sebuah pergerakan harga. Nah untuk membantu mengenali trend/arah pergerakan harga yang sedang berlangsung maka paling tidak dibutuhkan suatu indikator. walaupun ada cara lain yang sederhana misalnya dengan menarik garis Support dan Resistance.
Disini anda sebetulnya juga tidak perlu membutuhkan banyak indikator, semkain banyak indikator justru membuat anda semakin tidak fokus pada keputusan investasi yang sudah anda buat.
Gambar di bawah ini adalah contoh penggunaan indikator Moving Average dan MACD. Di sini kita akan melihat bagaimana indikator dapat membantu Anda mengenali trend yang sedang berlangsung. Namun harus dingat bahwa indikator bersifat lagging artinya indikator terbentuk berdasarkan pergerakan harga bukan sebaliknya! Sehingga dapat dikatakan bahwa pada dasarnya tidak ada indikator yang 100 % akurat. Tidak akurat bukan berarti salah. Jadi tolong dipahami dengan baik.
analisa saham|analisis teknikal|indikator trading
Lalu apa fungsi indikator? Indikator dapat dikatakan sebagai petunjuk atau membuat kita tetap waspada terhadap pergerakan harga dan diharapkan bisa mengantisipasi jika terjadi pergerakan harga berdasarjan data historis. Mengingat indikator apapaun jenisnya hanya sebagai alat bantu, diharapkan trader maupun investor tidak fanatik terhadap salah satu indikator apalagi digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan investasi semata.
Disini yang penting adalah bagaimana sistem trading maupun indikator yang ada pakai membuat anda nyaman dan cocok dengan gaya trading anda sekaligus profitable!
Just be Your SELF and FIND YOUR TRADING STYLE !

Tips Trading Jangka Pendek Dari Barbara Rockefeller

Siapa bilang trading jangka pendek tak menguntungkan? trader sukses Barbara Rockefeller membuktikan kebalikannya.


Apa yang ada dibenak Anda kala mendengar nama "trading jangka pendek?" Bahwa itu jalan cepat meraih profit? Gaya trading para pemula? Cara trading beresiko tinggi? Jika ya, maka Anda tidak sepenuhnya salah. Sudah banyak artikel mengulas segala sisi metode trading itu, mulai dari kelebihannya, salah satu teknik paling populernya (scalping), hingga bahaya dan resikonya. Dari hampir semua wacana mengenai trading jangka pendek, seringkali diungkap kekurangan metode ini sebagai cara trading beresiko tinggi, menguras waktu, dan rawan unsur coba-coba.

Namun pernahkah Anda mempertimbangkan penggunaan strategi trading jangka pendek dari kacamata kebutuhan? Inilah topik yang dibawakan Barbara Rockefeller, seorang trader forex wanita sukses, dalam kolomnya di buku High Profits in High Heels. Menurutnya, seorang trader retail tak perlu menampik kenyataan jika memang modalnya belum cukup memenuhi kondisi trading jangka panjang. Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah "dosa", terutama jika memang gaya seperti itulah yang cocok dengan kondisi Anda. Ia membeberkan 5 poin penting dalam berkarir sebagai trader jangka pendek. Tapi sebelum mengungkap kiat-kiatnya, mari kita mengenal lebih dekat dulu sosok Barbara Rockefeller.

barbara rockefeller

Barbara Si Realistis

Berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia finansial, Barbara Rockefeller memulai karirnya di bank. Lulusan Columbia University ini pernah bekerja di Citibank sebagai senior risk manager di divisi internasional. Ia kini aktif sebagai penulis, trader forex, dan penerbit newsletter harian. Salah satu newsletter-nya, Daily Currency Briefing, berisi sinopsis event penting dan prediksi forex yang dikonsumsi bank-bank sentral, fund manager, dan perusahaan multinasional. Karya populernya adalah buku Technical Analysis for Dummies (2004), salah satu panduan wajib untuk teknikalis pemula dan kini sudah terbit hingga beberapa edisi.

Trader wanita satu ini sangat realistis dalam memaparkan tips-tipsnya di High Profit in High Heels, buku kompilasi yang sebelumnya telah memuat kiat Toni Turner dan Kathy Lien. Mengapa? Sebagai trader individu, ia paham betul posisinya di pasar. "Apa yang saya ajarkan dan saya praktekkan untuk trading saya sendiri sangat berbeda. Sebut saja saya curang atau munafik, tapi sementara klien-klien besar saya punya banyak dana untuk menahan posisi hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, uang saya tak cukup untuk mengikuti cara trading serupa." begitulah pendapatnya.

Tak dapat dipungkiri, Barbara Rockefeller adalah trader dengan banyak pengalaman dan keahlian. Tapi nyatanya, ia tak memilih sistem trading Big Picture yang lebih mengedepankan analisa jangka panjang. Menurutnya, "mengambil posisi jangka panjang dengan ukuran besar yang (barangkali) bisa mengubah arah market seperti Warren Buffet dan Soros memang menggoda. Mungkin juga tak ada trader yang tak pernah menginginkan harga bergerak sesuai prediksi. Tapi ingatlah pedoman trader sukses ini; jangan pedulikan kemana harga akan bergerak, observasi saja dimana ia sekarang bergerak dan ikuti dinamikanya."


Manajemen Time Frame

Dari sekian banyak tips trading jangka pendek di pasaran, Barbara memilih time frame (tf) sebagai komponen terpenting. Percaya atau tidak, ia baru merasakan sukses setelah memperkecil time frame-nya ke hitungan jam (H1, H4, dst.). Ya, untuk short-term trader, fokus pada tf rendah memang sangatlah penting. Sayangnya, mereka yang sudah sadar hal inipun kadang masih tertarik pada analisa jangka panjang. Tak jarang, mereka berusaha memasukkan paksa cara trading seperti itu ke dalam time frame kecil mereka. "Saya sudah berulang kali backtest berbagai macam trading rule, dan percayalah, 50% di antaranya tak bisa diterapkan di berbagai time frame," ungkapnya. Jadi, jika sudah memilih time frame rendah, usahakan untuk melengkapinya dengan strategi jangka pendek yang kompatibel.

Seberapa kecil tf yang bisa digunakan? Dalam hal ini, Barbara Rockefeller memperingatkan bahaya time frame super kecil untuk indikator teknikal. Ia rupanya sepakat dengan pendapat umum mengenai resiko noise pada time frame yang terlalu rendah. Barbara mengungkapkan bahwa menerapkan MA di time frame 1 menit adalah tindakan bodoh, begitu juga dengan penggunaan rule lain di time frame sejenis. Bahkan indikator yang dianggap terbaik pun tak akan ampuh di time frame super kecil. Untuk itu, ketahuilah batasan time frame dengan sebaik-baiknya. Pilih time frame di bawah D1, tapi jangan menjangkau solusi ekstrim seperti trading di time frame M1.


Andalkan Bar dan Candlestick

Satu lagi terobosan yang membuat karir tradingnya kian mantap adalah analisa bar. Bentuk sederhana dari candlestick ini telah menjadi andalan Barbara Rockefeller semenjak ia berhasil membukukan keuntungan lebih banyak selepas menulis bab mengenai bar di buku Technical Analysis for Dummies. Bagaimana dengan candlestick? Setelah menyelesaikan bagian itu, Barbara pun mengumpulkan lebih banyak keuntungan lagi!

Mungkin inilah yang disebut belajar sambil menulis. Melalui proses pembuatan bukunya, Barbara Rockefeller kembali menelaah fungsi bar serta aplikasinya dalam trading. Ia pun menemukan bahwa indikator harga ini punya 2 manfaat utama: Penyederhanaan dan basis indikator teknikal. Kegunaan pertama sangat bermanfaat saat mengalami kebuntuan analisa karena terlalu banyak indikator. Bagi short-term trader, pentingnya kesederhanaan teknik tak bisa dikesampingkan begitu saja.
"Apa urusan kita (trader jangka pendek) kalau harga bergerak melawan arah fundamental dan tren utama? Kita bukan trader fundamental dan tren besar bukanlah prioritas utama kita. Kita tidak cukup kaya untuk berbasis pada tren primer. Saat melihat reversal bearish dari serangkaian lower low dan lower high, atau pola bearish harami misalnya, kita tak harus peduli apa itu cuma koreksi atau perubahan trend utama. Sebagai trader jangka pendek, posisi kita tak bakal bertahan cukup lama untuk bisa merasakan dampak perubahan trend utama." demikian katanya.

grafik forex bar
Anatomi bar, jenis grafik harga andalan Barbara Rockefeller.

Bagaimana dengan manfaat kedua? Barbara Rockefeller berani mengatakan bar sebagai basis indikator teknikal karena menurutnya, bar harga jarang "berbohong". Dibanding indikator lain yang sinyalnya terlambat, dengan bar kita bisa mengenali market bullish ketika open bar saat ini berada dekat low bar sebelumnya, lalu kemudian ditutup dekat level high bar yang mendahuluinya. Disamping itu, Barbara Rockefeller juga berbagi hasil pengamatan selama ia bertrading di pasar forex.

"Seringkali, harga penutupan hari ini sama dengan close atau open di hari sebelumnya. Mengingat banyaknya pemain pasar yang terlibat dan aktif dari berbagai zona waktu dunia, ini bukanlah suatu kebetulan. Para trader sebenarnya mempermainkan pemain kecil, termasuk saya. Mereka boleh jadi menampilkan sentimen bullish atau bearish dengan jelas, tapi ketika harga bergerak mendatar atau close dekat level-level historis, maka kondisi menjadi sangat tidak pasti. Bayangkan seperti ini: Ada badai yang akan datang menghujani semua pihak, pemain besar atau kecil. Tapi bedanya, big players punya payung sementara trader recehan tidak. Karenanya, solusi terbaik adalah menjauh dari pasar hingga muncul informasi lebih jelas yang bisa dinterpretasikan," katanya.
pola candle engulfing
Selain bar, trader penulis buku The Global Trader (2001) ini juga menjagokan candlestick. Lebih deskriptif namun tak begitu prediktif, candlestick menurut Barbara tetaplah bermanfaat bagi short-term trader yang ingin mendapat kesederhanaan analisa pola grafik. Ia khususnya menunjuk pola engulfing sebagai sinyal paling bisa diandalkan, karena disamping bisa menunjukkan arah harga, trader juga dapat memperoleh petunjuk stop. Selain engulfing, Barbara Rockefeller juga mencermati pola harami, hanging man, serta gravestone doji sebagai bentuk-bentuk candle pilihan. Sebaliknya, ia memberikan label "tak bisa dipercaya" pada pola-pola tiga candle.


Konfirmasi Dengan Indikator

Bagi Barbara Rockefeller, fungsi indikator teknikal sebenarnya adalah sebagai konfirmator dari sinyal bar atau candle. Selain panduan dari objek-objek analisa sederhana seperti garis diagonal dan horizontal sebagai support resistance buatan sendiri, Barbara Rockefeller juga merekomendasikan indikator umum seperti SMA periode 10 atau 20. Selain itu, ia menambahkan bahwa indikator-indikator channel juga mempunyai peranan penting. "Saya suka Bollinger band, average true range (ATR) band, juga standard error channel. Ketika mereka semua tampil bersamaan di chart dan saling mengkonfirmasi, kita akan dapat melihat pola top dan bottom harga yang cukup valid. Tapi ingat, menentukan target tepat di posisi top dan bottom tersebut namanya serakah. Wajarnya, ambil target profit dan stop loss di dalam range channel," sarannya.

Lebih lanjut lagi, Barbara Rockefeller juga mencermati pentingnya update berita bagi trader jangka pendek. Meski semua pendekatan di atas lebih condong ke teknikal, tapi ia tak bisa memungkiri bahwa trader setidaknya perlu tahu rilis data fundamental agar tak buta arah. Bagaimanapun juga, analisa bar, candle, serta konfirmasi dengan indikator apapun nyatanya bisa tak mempan di kala ada rilis berita penting atau tak terduga.


Manfaatkan Pergantian Sesi Trading

Waktu trading forex yang bervariasi serta dibagi menjadi sesi-sesi tertentu ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu strategi trading jangka pendek. Prinsip mudahnya, jika reli pasar London berlanjut ke sesi New York, maka ikutlah kerumunan tersebut, tapi hanya jika trader Amerika mendorong terciptanya pola-pola higher high di awal sesi. Setelah itu, Anda punya waktu setidaknya 3 jam untuk mencari peluang profit. Karena setelahnya, likuiditas akan mulai mereda dan pasar New York bergerak lambat hingga menjelang dibukanya sesi Asia.

sesi pasar forex

Lalu bagaimana jika ternyata trader Amerika menolak bergabung dan justru melanjutkan pasar London dengan lower low? Jangan khawatir, masih ada kesempatan di sini. Kondisi seperti itu dinamakan kesempatan jual pada koreksi kecil. Untuk itu, sesuaikan target profit di level dekat jika Anda ingin tetap memperoleh keuntungan. Inilah poin positif jadi short-term trader yang tak terpaku pada pergerakan besar. Setiap perubahan kecil bisa jadi peluang. (Artikel ini ditulis oleh Galuh untuk seputarforex.com)

Aturan Main Strategi Breakout

Tak lupa, Barbara Rockefeller menunjukkan tips trading breakout untuk trader-trader seperti dirinya yang lebih suka bermain dalam jangka pendek. "Jika ada breakout harga dari level-level penting, seperti harga tertinggi harian atau mingguan, dan bar ditutup pada high, maka gunakan aturan buy high and sell higher." Sedangkan secara teknikal, trader yang memulai karirnya sejak tahun 1990 ini lagi-lagi menekankan pentingnya bar dalam mengantisipasi breakout. Seperti halnya candle, "bar kecil dengan sumbu-sumbu high low kecil mencerminkan ketidakpastian pasar, sedangkan bar berukuran besar berarti para trader sedang sangat percaya diri. Jika Anda menjumpai beberapa bar besar yang tiba-tiba diikuti dengan rangkaian bar mungil, maka berhati-hatilah! Penurunan volatilitas seperti itu biasanya pertanda breakout. Jika diperhatikan, ini hampir mirip dengan sinyal Bollinger Bands (indikator pengukur volatilitas) di time frame besar," begitulah ungkapnya.

Pesan Penutup

Barbara Rockefeller memang seorang trader yang cenderung berpandangan teknikal. Walaupun begitu, ia tak lupa menekankan bahwa tujuan utama seorang trader adalah untuk mendapatkan profit, bukan membuktikan sesuatu. "Sebuah sistem teknikal harus digunakan di semua kesempatan untuk membuktikan hasil backtest-nya. Tapi tujuan saya bukanlah mencari tahu apakah backtest saya valid, atau sistem sudah berhasil. Target saya adalah mendapat USD5,000 untuk memasang jendela baru di rumah. Kalau sudah ditargetkan seperti itu, maka manajemen resiko bukan lagi perkara rumit." Pesannya, jangan terburu obsesi mencari semua peluang yang ada hingga tak tahu tempat dan waktu. Tetaplah realistis dalam menggunakan analisa teknikal. Jika pasar dalam keadaan tak tentu, maka menjauhlah dan jangan paksa untuk bertrading.


Mengungkap Kisah Trader Sukses Gary Wagner, Pakar Analisa Candlestick

Gary Wagner adalah seorang trader di pasar futures yang sukses berkat persepsinya tentang candlestick. Ini pelajaran darinya bagi para trader pemula.


Gary Wagner adalah seorang trader di pasar futures yang percaya dan sangat mengandalkan analisa candlestick dalam trading. Bagi Wagner, candlestick adalah ekspresi matematis dari psikologi sentimen pasar. Ia menggunakan kombinasi candlestick yang disebutnya ‘indikator dari timur’ dengan indikator teknikal yang dinamakannya ‘peralatan ala barat’ untuk trading sehari-hari. Ia telah terlibat beberapa tahun dalam trading di pasar komoditi sebelum serius mempelajari candlestick guna mengantisipasi pergerakan pasar. "Awalnya saya mengabaikan indikator ini, tetapi lambat laun saya tertarik. Jika Anda ingin tahu sentimen pasar, amatilah candle-candle tersebut," katanya.


gary wagner


Terinspirasi Candlestick

Selepas lulus dari akademi, Wagner bekerja pada sebuah broker futures, dan di sekitar tahun tersebut (1989-1990) pasar futures telah mulai menggunakan candlestick untuk menampilkan pergerakan harga. "Ketika saya mulai tertarik, saya belum mengerti benar untuk apa indikator ini diciptakan. Usia candlestick telah cukup tua dan masih terus digunakan. Saya penasaran dan mulai melakukan penelitian dari berbagai bahan yang ada pada saat itu," kenangnya. Wagner kemudian menemukan buku berjudul The Japanese Chart of Charts karangan Seiki Shimizu, dan ia membacanya berulang kali. "Buku ini seharusnya dibaca oleh para chartist Amerika Serikat. Saya telah membacanya lebih dari sekali dan sangat membantu menjelaskan ide-ide yang terkandung dalam candlestick," lanjutnya.

"Setelah paham bagaimana membaca candlestick, hasil trading saya mengalami banyak kemajuan, mulai bisa profit dengan konsisten, dan tentu saja para client saya juga banyak mendulang profit,” jelasnya. Bersama rekan tradingnya Brad Matheny, Gary Wagner menulis buku berjudul Trading Applications of Japanese Candlesticks.
"Bagi chartist atau technician barat khususnya Amerika Serikat, hanya menggunakan candlestick saja kemungkinannya fifty-fifty karena mereka lebih menekankan pada harga penutupan (closing price) dari waktu ke waktu. Mereka juga sering menggunakan moving averages, stochastics dan menarik garis trend. Sebenarnya, banyak informasi yang diperoleh dari candlestick, seperti hubungan antara harga pembukaan (open price) dan harga penutupan pada suatu periode waktu. Dinamika pergerakan harga yang tercermin pada candlestick juga dapat mengisyaratkan arah bullish atau bearish," ungkap Gary Wagner.

Selain menulis buku, Wagner juga membuat software Candlestick Forecaster yang pada awalnya digunakan untuk keperluan trading dirinya sendiri dan para client-nya. "Saya kumpulkan semua metode dan teknik trading dengan candlestick yang telah saya gunakan, dan saya susun satu per satu dalam bentuk software untuk membantu memilih teknik mana yang paling tepat digunakan." katanya.
Walaupun tampak sangat fokus pada pergerakan candlestick, Gary Wagner tidak mengabaikan faktor fundamental. "Fundamental memang menentukan arah trend pasar, tetapi bisa disaring secara matematis. Ketika saya tidak terbebani oleh berbagai informasi fundamental, saya bisa melihat sentimen pasar yang sebenarnya lewat candlestick. Tetapi tetap saja, faktor fundamental tidak bisa diabaikan," imbuhnya. Disamping trading untuk dirinya sendiri dan para client-nya, Gary Wagner juga aktif menulis buku dan berbicara di berbagai seminar trading, terutama yang berhubungan dengan candlestick charting.

Pelajaran Untuk Trader Pemula

Apa nasehatnya untuk para trader pemula? "Trader pemula cenderung menjadi trader harian (day trader), tetapi itu biasa. Jika Anda trader pemula, jangan malas untuk belajar trading, jika perlu ikutlah kursus atau program pendidikan apapun untuk mendapatkan ilmu yang memadai. Jika Anda terjun ke pasar riil itu seperti melemparkan diri Anda ke segerombolan ikan hiu. Anda tahu bagaimana pemain besar atau big boys bermain? Mereka sangat rakus. Anda membutuhkan proteksi yang benar-benar canggih. Ingat, pasar sangat cepat berubah. Kekuatan dan stamina Anda sangat penting jika ingin bertahan," saran Gary Wagner.

Para trader dan investor yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan investasi, menjadi konsultan, komentator di berbagai media investasi dan bisnis, mengembangkan software trading, menulis buku, dan lain sebagainya. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan Gary Wagner tentang pentingnya candlestick dan belajar trading bagi para pemula.

Selain Gary Wagner, trader sukses lain yang mengandalkan chart candlestick adalah Barbara Rockefeller. Ada tips mengenai pola-pola candle khusus untuk diandalkan terutama oleh para trader jangka pendek.

Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick?

Dalam dunia saham, ada sebuah istilah candlestick. Apa yang dimaksud dengan candlestick? Mengapa trader saham harus tahu candlestick? Finansialku kali ini, akan membahas mengenai candlestick secara lebih jelas.

Rubrik Finansialku
Rubrik Finansialku Learn and Invest

Mengenal grafik Candlestick dalam Trading Saham, Forex, Berjangka, Opsi dan Komoditas

Grafik batang lilin (candlestick) adalah jenis grafik yang umum dipakai dalam perdagangan saham, forex dan komoditas. Disebut grafik batang lilin (candlestick) karena grafik ini mempunyai garis-garis yang menyerupai batang lilin. Grafik candlestick menampilkan harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low) dan harga penutupan (close). Bentuk candlestick terlihat seperti sebuah balok dengan bentuk khusus, seperti gambar berikut
Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick - Finansialku


Ada dua warna yang bisa digunakan, misalnya hijau dan merah, atau hitam dan putih. Gambar di atas, yang berwarna hijau menunjukkan harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan (positif), sedangkan warnah merah adalah harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan (negatif). 
Komposisi bentuk candlestick sendiri terdiri dari badan (body candle) dan ekor (shadow). Bila ekor atau garis berada di atas body candle, maka disebut upper shadow, sedangkan bila ekor atau garis berada di bawah body candle, maka disebut lower shadow.

Sejarah Candlestick Chart dan Munehisa Honma

Grafik candlestick adalah metode yang dikembangkan oleh Munehisa Honma, seorang trader komoditas beras pada abad ke-18 di Jepang. Sedangkan orang yang mempopulerkan grafik candlestick di dunia barat yaitu Steven Nison.
Munehisa Honma adalah salah satu di antara orang Jepang pertama yang paling terkenal dalam mempergunakan data harga masa lampau untuk memprediksi pergerakan-pergerakan harga di masa depan. Dia mengumpulkan sebuah trading keberuntungan yang besar di pasar beras selama abad ke-18.
Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick 3 - Finansialku


Munehisa Honma lahir pada tahun 1724 dari sebuah keluarga kaya di daerah Sakata. Ketika Honma diberi kewenangan untuk mengontrol bisnis keluarganya di tahun 1750, dia memulai trading pada bursa komoditas beras lokalnya di kota pelabuhan Sakata. Kota pelabuhan Sakata merupakan sebuah wilayah pengumpulan dan pengiriman beras.
Ketika ayah Munehisa Honma meninggal, dia menggantikan posisi sebagai pengelola aset-aset keluarganya. Honma mulai mencatat pergerakan-pergerakan harga beras pada sebuah kertas. Dia menarik pola harga pada kertas perkamen padi, mencatat harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (close) setiap hari. Honma mulai melihat pola dan sinyal berulang di balok-balok harga yang dia gambar dan segera mulai memberinya nama seperti pada nama pola grafik candlestick yang kita kenal sekarang.
Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick 2 - Finansialku


Disebutkan bahwa Honma telah memenangi trading sebanyak 100 kali secara terus-menerus. Dirumorkan pula bahwa aset yang telah dia kumpulkan setara dengan US$10 Miliar. Buku-buku Honma tentang pasar dan hukum-hukum trading-nya, mengalami evolusi menjadi grafik candlestick yang kita kenal saat ini.
Grafik candlestick inilah yang ditemukan oleh Steve Nison saat berkenalan dengan seorang pialang warga Jepang pada tahun 1987, dan mulai diperkenalkan ke dunia barat melalui buku ”Japanese Candlestick Charting Techniques
Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick 1 - Finansialku


Saat ini grafik candlestick telah digunakan secara luas diseluruh dunia. Hal tersebut disebabkan oleh jasa Steve Nison memperkenalkan grafik candlestick, bahkan karya tulis Beliau telah dihargai sebagai karya yang merevolusikan analisis teknikal.
Sekarang, situs-situs website, sistem layanan trading real-time dan paket-paket software analisis teknikal juga telah memasukkan grafik candlestick ini. Hal ini membuktikan bahwa kepopuleran dan ketertarikan minat trader dunia akan grafik ini sungguh besar, dikarenakan grafik ini mempunyai fungsi dan keunggulannya dibanding grafik lain.

Fungsi dan Keunggulan Candlestick Chart

Pada umumnya trader suka menggunakan grafik candlestick karena dengan melihat grafik ini, trader lebih mudah dan cepat saat melakukan analisis karena lebih mudah dilihat dan dipahami.
Grafik candlestick sangat mudah dibaca, karena selain bisa menggunakan dua warna berbeda, candlestick memiliki kelebihan lain yaitu mampu menampilkan psikologi pasar dengan lebih mudah dan jelas dibanding grafik garis maupun diagram batang.
investor-pemula-ini-modal-dasar-untuk-berinvestasi-saham-yang-penting-2-finansialku


Secara psikologisnya, candlestick digunakan untuk mengetahui tekanan yang dilakukan oleh pembeli atau penjual. Pada akhir periode tertentu adu kekuatan tekanan itu akan terlihat pada panjang body dan shadow-nya, seperti contoh:
  1. Body putih/biru panjang, menunjukkan bahwa dari awal hingga akhir periode dikuasai oleh pembeli tanpa perlawanan berarti dari penjual.
  2. Body hitam/merah panjang, menunjukkan bahwa dari awal hingga akhir periode dikuasai oleh penjual tanpa perlawanan berarti dari pembeli.
  3. Shadow panjang di bawah body, menunjukkan bahwa pada awalnya penjual mendominasi namun pada perjalanannya sampai akhir periode, pembeli memberikan perlawanan yang kuat sehingga harga berbalik arah.
  4. Shadow panjang di atas body, menunjukkan bahwa pada awalnya pembeli mendominasi namun pada perjalanannya sampai akhir periode, penjual memberikan tekanan yang kuat sehingga harga berbalik turun.


Pahami Sebelum Anda Menggunakannya

Beberapa puluh tahun yang lalu, orang-orang masih belum memahami adanya grafik candlestick sebagai media yang memudahkan untuk analisis teknikal. Sekarang ini grafik candlestick sudah sangat mendunia hingga hampir tidak ada satupun perangkat trading yang tidak menampilkan grafik ini sebagai pilihan tampilannya.
Dikarenakan beberapa keunggulan grafik ini untuk menyampaikan psikologi pasar dengan lebih mudah dan jelas. Namun sebelum memulai trading, Anda sebaiknya memahami kegunaan grafik tersebut baru bisa menggunakannya secara optimal.

Ellen May Trader Wanitas Sukses Indonesia

Ellen May adalah trader wanita sukses Indonesia. Meski lebih dikenal sebagai trader saham, ia juga memiliki pengalaman yang sangat menarik tentang forex.
iklan
iklan
Ellen May adalah sosok trader wanita sukses Indonesia yang patut diperhitungkan. Sepak terjang Ellen May di dunia saham membuktikan bahwa dunia trading bukanlah milik laki-laki saja. Wanita kelahiran Surakarta, Mei 1983 ini bercita-cita ingin mengedukasi satu juta orang untuk melek saham. Namun meski minat Ellen May condong ke saham, bukan berarti ia tak tahu-menahu tentang forex. Dalam bukunya Smart Traders Not Gamblers, Ellen May sebagai trader wanita sukses memaparkan psikologi trading yang cocok dibaca oleh para trader forex maupun saham.

ellen-may

"Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya," kata Ellen May. Berikut ini hasil wawancara ekslusif Seputarforex dengan Ellen May. Mari menyelami bagaimana pandangan seorang trader wanita sukses indonesia tentang dunia trading, khususnya komparasi trading saham dan trading forex.


Sekilas Profil Ellen May

Ellen May adalah seorang praktisi saham, trader, entrepreneur, sekaligus owner PT Ellen May Indonesia. Meski demikian, latar belakang pendidikannya bukanlah dari dunia ekonomi. Ellen May menamatkan pendidikan terakhirnya di bidang IT. Namun demikian, ia tetap bisa menjadi trader wanita sukses.
Awal ketertarikan Ellen May pada trading karena tentu untuk memetik profit, tetapi dengan cara yang simpel. Selain itu, dunia trading juga menawarkan peluang keuntungan yang bisa dikatakan cukup besar.


Trading Forex Jauh Lebih Menarik, Tetapi...

Saat ditanya mengapa saham lebih menarik untuk seorang Ellen May dibandingkan dengan forex, ia mengatakan bahwa sejujurnya trading forex jauh lebih menarik. Besarnya peluang profit yang ditawarkan dunia trading forex-lah yang paling menggiurkan. Namun, trader wanita sukses Indonesia ini lebih memilih untuk menurut pada passion-nya.

"Passion saya lebih ke saham daripada forex. Saya menikmati 'beauty of stock', bagaimana harga saham naik turun, bagaimana 'story of the companies' atau perkembangan sebuah perusahaan, dan faktor-faktor lain penggerak harga saham," kata Ellen May.

Ellen bukannya tak pernah bersinggungan dengan forex sama sekali. Ia sudah pernah mencoba ber-trading forex, tapi tak nyaman baginya.

"Gaya trading saya adalah di jangka menengah. Saya sudah pernah coba trading forex, memang sangat menarik. Akan tetapi karena saya tidak nyaman memakai metode intraday forex trading yang membutuhkan banyak waktu untuk memantau pasar, maka saya lebih mengambil saham saja," kenangnya.


Strategi Trading

Umumnya, strategi trading saham, forex, dan binary options memiliki kesamaan. Ellen May memilih strategi trading Buy and Hold atau yang disebut juga dengan strategi momentum.
Menyesuaikan entry dengan momentum harga saat ini memang bisa menempatkan posisi dengan lebih tepat. Momentum bisa mengukur kekuatan tren, sehingga trader bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kelangsungan tren harga agar bisa dimanfaatkan untuk entry.

"Saya menggunakan strategi Buy and Hold atau momentum trading, karena dengan effort yang minim, saya bisa mendapatkan profit hingga ratusan persen dalam satu tahun." kata Ellen.


Trading For Passion Dan Tantangannya

"Sebenarnya kalau saya sih bukan trading for living, karena yang for living itu suami saya. Hahaha.. Saya lebih ke trading untuk passion," aku Ellen sambil tertawa. Ellen May mengaku memiliki hasrat tersendiri untuk berinvestasi finansial. Mengawali dari reksadana, Ellen merambah ke saham dan forex. Namun, baginya forex kurang pas dengan minat dan waktunya yang juga sebagai seorang ibu dan istri.

ellen-may-dan-putrinya


Sang suami rupanya punya andil banyak dalam mendukung keinginan Ellen untuk berinvestasi. Oleh sebab itu, suaminya mengarahkan untuk bertrading saham. Ellen pun jatuh cinta pada trading saham setelahnya. Trading saham membuatnya bisa membagi waktu dengan tanggung jawab-tanggung jawabnya yang lain. Baginya, saham tidak menyusahkan. Ia pun sukses menjadi trader wanita sukses Indonesia.

"Setelah open posisi bisa ditinggal. Di jam-jam seperti sekarang ini (pukul 11 siang -red), biasanya saya sedang tidak memantau pasar, jadi bisa melakukan hal yang lain." kata Ellen.

Meski demikian, pilihan Ellen bukan tanpa tantangan. Ellen May mengaku harus berjuang keras saat awal-awal belajar. Kala itu, ia masih sering melakukan error dan belum menguasai psikologi trading sebagai seorang trader.

Ia juga pernah berhenti trading saat dunia dilanda krisis pada tahun 2008 dan rugi karenanya. Tetapi keadaan bisa berbalik. Ellen pernah memetik profit yang luar biasa dengan strategi tradingnya. Ada yang mulai 600% bahkan 1.500% di tahun 2013. Dari sini, Ellen menemukan bahwa rahasia sukses trading adalah kombinasi antara sistem yang bagus dan pengendalian psikologi trading.


Keuntungan Forex Lebih Besar Dari Saham

Ketika ditanya tentang manakah yang lebih cocok untuk orang Indonesia, apakah trading saham atau forex, Ellen menyarankan saham meski ia terang-terangan mengatakan return yang diberikan forex bisa sangat tinggi.

"Untuk profit, tentu forex (yang lebih besar). Forex menawarkan high reward. Saya kira forex kelasnya memang di atas saham dalam menawarkan keuntungan. Tetapi, kerugiannya juga besar. Jadi, untuk orang Indonesia mungkin bisa start ke saham dulu saja. Setelah menguasai cara mengatur psikologi trading, barulah bisa ke forex." tutur Ellen.
Kepribadian yang wajib dimiliki seorang trader, baik forex ataupun saham, pada intinya sama. Menurut Ellen May, Seorang trader harus mempunyai sifat-sifat ini:
  1. Berani dalam mengambil keputusan dan menanggung risiko
  2. Mau mengevaluasi diri. Memperbaiki jika punya kesalahan
  3. Sabar dan tekun.


Kalau Modal Trading Minim

Untuk pemula yang ingin berinvestasi ke pasar derivatif dengan modal yang minim, apakah sebaiknya ke saham atau ke forex? Ellen menjawab bisa keduanya. Yang penting orang itu mau belajar. Menguasai analisa teknikal, kata Ellen, akan mempermudah seorang pemula dalam mempelajari dunia trading.

"Bisa dua-duanya, tapi lebih aman memang saham. Untuk pemula memang sebaiknya menggunakan modal yang minim dulu. Jangan terlalu grusa-grusu menggelontorkan uang yang banyak agar dapat uang banyak. Jika memang tertarik forex, bisa mulai ke akun demo atau langsung pakai uang dengan jumlah kecil lebih dulu. Begitupula di saham, bisa mulai dengan modal yang kecil dulu." jelasnya.


Jangan Terlalu Banyak Ikut Forum

Tentang sosok trader idola, Ellen May menyukai Jesse Livermore. "Terlepas dari kehidupan pribadinya yang mati bunuh diri dan keluarga yang berantakan, saya kira strategi Jesse Livermore dalam trading itu sangat bagus. Wisdom-nya saya suka dengan Warren Buffet, cuma saya tidak suka kalau baru dapat keuntungan setelah sudah tua. Hehehe.."
Seperti beberapa figur trader sukses Indonesia lainnya, Ellen May menyarankan agar tidak terlalu banyak ikut forum. "Jangan terlalu banyak ikut forum. Bikin bingung. Pahami dulu dari analisa teknikal, gampang kok. Yang jelas pakai uang dalam jumlah kecil dulu." nasihatnya.

Sebelum bertrading, Ellen selalu mempersiapkan rencana trading sehari sebelumnya. Ia selalu menyusun analisis sebelum terjun ke medan trading. Bedanya dengan trader biasa, Ellen akan membagikan analisisnya pada trader lain melalui Premium Access yang bisa didapatkan di situs Ellen May Institute.


Mendidik 1 Juta Trader

Kegiatan membagikan analisis tersebut bukan tanpa alasan. Selain bisnis, Ellen May juga memiliki cita-cita ingin mengedukasi 1 juta orang supaya melek saham. Saat ini, Ellen memang sedang dalam perjuangan untuk mencapai cita-citanya tersebut, namun jumlah orang yang teredukasi masih dalam satuan ribu.

smart-trader-not-gambler

"Sejauh ini, saya sudah enjoy dan puas dengan karir saya sebagai seorang trader. Saya ingin bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat dan mengedukasi 1 juta orang untuk melek saham," ujarnya.

Mengakhiri wawancara, Ellen May sang trader wanita sukses Indonesia, berpesan pada trader pemula, baik saham maupun forex, agar selalu sabar dan menikmati proses. Tidak ada kesuksesan instan. Kuasai analisis teknikal untuk membantu kesuksesan trading Anda.