modu Mil11

Sekolah Dagang Saham

Sekolah Dagang Saham

Analisa Teknikal Saham




Kenali Pasar Saham

Kenali Pasar Saham

Wednesday, September 19, 2018

Mengungkap Kisah Trader Sukses Gary Wagner, Pakar Analisa Candlestick

Gary Wagner adalah seorang trader di pasar futures yang sukses berkat persepsinya tentang candlestick. Ini pelajaran darinya bagi para trader pemula.


Gary Wagner adalah seorang trader di pasar futures yang percaya dan sangat mengandalkan analisa candlestick dalam trading. Bagi Wagner, candlestick adalah ekspresi matematis dari psikologi sentimen pasar. Ia menggunakan kombinasi candlestick yang disebutnya ‘indikator dari timur’ dengan indikator teknikal yang dinamakannya ‘peralatan ala barat’ untuk trading sehari-hari. Ia telah terlibat beberapa tahun dalam trading di pasar komoditi sebelum serius mempelajari candlestick guna mengantisipasi pergerakan pasar. "Awalnya saya mengabaikan indikator ini, tetapi lambat laun saya tertarik. Jika Anda ingin tahu sentimen pasar, amatilah candle-candle tersebut," katanya.


gary wagner


Terinspirasi Candlestick

Selepas lulus dari akademi, Wagner bekerja pada sebuah broker futures, dan di sekitar tahun tersebut (1989-1990) pasar futures telah mulai menggunakan candlestick untuk menampilkan pergerakan harga. "Ketika saya mulai tertarik, saya belum mengerti benar untuk apa indikator ini diciptakan. Usia candlestick telah cukup tua dan masih terus digunakan. Saya penasaran dan mulai melakukan penelitian dari berbagai bahan yang ada pada saat itu," kenangnya. Wagner kemudian menemukan buku berjudul The Japanese Chart of Charts karangan Seiki Shimizu, dan ia membacanya berulang kali. "Buku ini seharusnya dibaca oleh para chartist Amerika Serikat. Saya telah membacanya lebih dari sekali dan sangat membantu menjelaskan ide-ide yang terkandung dalam candlestick," lanjutnya.

"Setelah paham bagaimana membaca candlestick, hasil trading saya mengalami banyak kemajuan, mulai bisa profit dengan konsisten, dan tentu saja para client saya juga banyak mendulang profit,” jelasnya. Bersama rekan tradingnya Brad Matheny, Gary Wagner menulis buku berjudul Trading Applications of Japanese Candlesticks.
"Bagi chartist atau technician barat khususnya Amerika Serikat, hanya menggunakan candlestick saja kemungkinannya fifty-fifty karena mereka lebih menekankan pada harga penutupan (closing price) dari waktu ke waktu. Mereka juga sering menggunakan moving averages, stochastics dan menarik garis trend. Sebenarnya, banyak informasi yang diperoleh dari candlestick, seperti hubungan antara harga pembukaan (open price) dan harga penutupan pada suatu periode waktu. Dinamika pergerakan harga yang tercermin pada candlestick juga dapat mengisyaratkan arah bullish atau bearish," ungkap Gary Wagner.

Selain menulis buku, Wagner juga membuat software Candlestick Forecaster yang pada awalnya digunakan untuk keperluan trading dirinya sendiri dan para client-nya. "Saya kumpulkan semua metode dan teknik trading dengan candlestick yang telah saya gunakan, dan saya susun satu per satu dalam bentuk software untuk membantu memilih teknik mana yang paling tepat digunakan." katanya.
Walaupun tampak sangat fokus pada pergerakan candlestick, Gary Wagner tidak mengabaikan faktor fundamental. "Fundamental memang menentukan arah trend pasar, tetapi bisa disaring secara matematis. Ketika saya tidak terbebani oleh berbagai informasi fundamental, saya bisa melihat sentimen pasar yang sebenarnya lewat candlestick. Tetapi tetap saja, faktor fundamental tidak bisa diabaikan," imbuhnya. Disamping trading untuk dirinya sendiri dan para client-nya, Gary Wagner juga aktif menulis buku dan berbicara di berbagai seminar trading, terutama yang berhubungan dengan candlestick charting.

Pelajaran Untuk Trader Pemula

Apa nasehatnya untuk para trader pemula? "Trader pemula cenderung menjadi trader harian (day trader), tetapi itu biasa. Jika Anda trader pemula, jangan malas untuk belajar trading, jika perlu ikutlah kursus atau program pendidikan apapun untuk mendapatkan ilmu yang memadai. Jika Anda terjun ke pasar riil itu seperti melemparkan diri Anda ke segerombolan ikan hiu. Anda tahu bagaimana pemain besar atau big boys bermain? Mereka sangat rakus. Anda membutuhkan proteksi yang benar-benar canggih. Ingat, pasar sangat cepat berubah. Kekuatan dan stamina Anda sangat penting jika ingin bertahan," saran Gary Wagner.

Para trader dan investor yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan investasi, menjadi konsultan, komentator di berbagai media investasi dan bisnis, mengembangkan software trading, menulis buku, dan lain sebagainya. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan Gary Wagner tentang pentingnya candlestick dan belajar trading bagi para pemula.

Selain Gary Wagner, trader sukses lain yang mengandalkan chart candlestick adalah Barbara Rockefeller. Ada tips mengenai pola-pola candle khusus untuk diandalkan terutama oleh para trader jangka pendek.

Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick?

Dalam dunia saham, ada sebuah istilah candlestick. Apa yang dimaksud dengan candlestick? Mengapa trader saham harus tahu candlestick? Finansialku kali ini, akan membahas mengenai candlestick secara lebih jelas.

Rubrik Finansialku
Rubrik Finansialku Learn and Invest

Mengenal grafik Candlestick dalam Trading Saham, Forex, Berjangka, Opsi dan Komoditas

Grafik batang lilin (candlestick) adalah jenis grafik yang umum dipakai dalam perdagangan saham, forex dan komoditas. Disebut grafik batang lilin (candlestick) karena grafik ini mempunyai garis-garis yang menyerupai batang lilin. Grafik candlestick menampilkan harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low) dan harga penutupan (close). Bentuk candlestick terlihat seperti sebuah balok dengan bentuk khusus, seperti gambar berikut
Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick - Finansialku


Ada dua warna yang bisa digunakan, misalnya hijau dan merah, atau hitam dan putih. Gambar di atas, yang berwarna hijau menunjukkan harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan (positif), sedangkan warnah merah adalah harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan (negatif). 
Komposisi bentuk candlestick sendiri terdiri dari badan (body candle) dan ekor (shadow). Bila ekor atau garis berada di atas body candle, maka disebut upper shadow, sedangkan bila ekor atau garis berada di bawah body candle, maka disebut lower shadow.

Sejarah Candlestick Chart dan Munehisa Honma

Grafik candlestick adalah metode yang dikembangkan oleh Munehisa Honma, seorang trader komoditas beras pada abad ke-18 di Jepang. Sedangkan orang yang mempopulerkan grafik candlestick di dunia barat yaitu Steven Nison.
Munehisa Honma adalah salah satu di antara orang Jepang pertama yang paling terkenal dalam mempergunakan data harga masa lampau untuk memprediksi pergerakan-pergerakan harga di masa depan. Dia mengumpulkan sebuah trading keberuntungan yang besar di pasar beras selama abad ke-18.
Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick 3 - Finansialku


Munehisa Honma lahir pada tahun 1724 dari sebuah keluarga kaya di daerah Sakata. Ketika Honma diberi kewenangan untuk mengontrol bisnis keluarganya di tahun 1750, dia memulai trading pada bursa komoditas beras lokalnya di kota pelabuhan Sakata. Kota pelabuhan Sakata merupakan sebuah wilayah pengumpulan dan pengiriman beras.
Ketika ayah Munehisa Honma meninggal, dia menggantikan posisi sebagai pengelola aset-aset keluarganya. Honma mulai mencatat pergerakan-pergerakan harga beras pada sebuah kertas. Dia menarik pola harga pada kertas perkamen padi, mencatat harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (close) setiap hari. Honma mulai melihat pola dan sinyal berulang di balok-balok harga yang dia gambar dan segera mulai memberinya nama seperti pada nama pola grafik candlestick yang kita kenal sekarang.
Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick 2 - Finansialku


Disebutkan bahwa Honma telah memenangi trading sebanyak 100 kali secara terus-menerus. Dirumorkan pula bahwa aset yang telah dia kumpulkan setara dengan US$10 Miliar. Buku-buku Honma tentang pasar dan hukum-hukum trading-nya, mengalami evolusi menjadi grafik candlestick yang kita kenal saat ini.
Grafik candlestick inilah yang ditemukan oleh Steve Nison saat berkenalan dengan seorang pialang warga Jepang pada tahun 1987, dan mulai diperkenalkan ke dunia barat melalui buku ”Japanese Candlestick Charting Techniques
Darimana Asalnya Candlestick dan Mengapa Trader Saham Harus Tahu Candlestick 1 - Finansialku


Saat ini grafik candlestick telah digunakan secara luas diseluruh dunia. Hal tersebut disebabkan oleh jasa Steve Nison memperkenalkan grafik candlestick, bahkan karya tulis Beliau telah dihargai sebagai karya yang merevolusikan analisis teknikal.
Sekarang, situs-situs website, sistem layanan trading real-time dan paket-paket software analisis teknikal juga telah memasukkan grafik candlestick ini. Hal ini membuktikan bahwa kepopuleran dan ketertarikan minat trader dunia akan grafik ini sungguh besar, dikarenakan grafik ini mempunyai fungsi dan keunggulannya dibanding grafik lain.

Fungsi dan Keunggulan Candlestick Chart

Pada umumnya trader suka menggunakan grafik candlestick karena dengan melihat grafik ini, trader lebih mudah dan cepat saat melakukan analisis karena lebih mudah dilihat dan dipahami.
Grafik candlestick sangat mudah dibaca, karena selain bisa menggunakan dua warna berbeda, candlestick memiliki kelebihan lain yaitu mampu menampilkan psikologi pasar dengan lebih mudah dan jelas dibanding grafik garis maupun diagram batang.
investor-pemula-ini-modal-dasar-untuk-berinvestasi-saham-yang-penting-2-finansialku


Secara psikologisnya, candlestick digunakan untuk mengetahui tekanan yang dilakukan oleh pembeli atau penjual. Pada akhir periode tertentu adu kekuatan tekanan itu akan terlihat pada panjang body dan shadow-nya, seperti contoh:
  1. Body putih/biru panjang, menunjukkan bahwa dari awal hingga akhir periode dikuasai oleh pembeli tanpa perlawanan berarti dari penjual.
  2. Body hitam/merah panjang, menunjukkan bahwa dari awal hingga akhir periode dikuasai oleh penjual tanpa perlawanan berarti dari pembeli.
  3. Shadow panjang di bawah body, menunjukkan bahwa pada awalnya penjual mendominasi namun pada perjalanannya sampai akhir periode, pembeli memberikan perlawanan yang kuat sehingga harga berbalik arah.
  4. Shadow panjang di atas body, menunjukkan bahwa pada awalnya pembeli mendominasi namun pada perjalanannya sampai akhir periode, penjual memberikan tekanan yang kuat sehingga harga berbalik turun.


Pahami Sebelum Anda Menggunakannya

Beberapa puluh tahun yang lalu, orang-orang masih belum memahami adanya grafik candlestick sebagai media yang memudahkan untuk analisis teknikal. Sekarang ini grafik candlestick sudah sangat mendunia hingga hampir tidak ada satupun perangkat trading yang tidak menampilkan grafik ini sebagai pilihan tampilannya.
Dikarenakan beberapa keunggulan grafik ini untuk menyampaikan psikologi pasar dengan lebih mudah dan jelas. Namun sebelum memulai trading, Anda sebaiknya memahami kegunaan grafik tersebut baru bisa menggunakannya secara optimal.

Ellen May Trader Wanitas Sukses Indonesia

Ellen May adalah trader wanita sukses Indonesia. Meski lebih dikenal sebagai trader saham, ia juga memiliki pengalaman yang sangat menarik tentang forex.
iklan
iklan
Ellen May adalah sosok trader wanita sukses Indonesia yang patut diperhitungkan. Sepak terjang Ellen May di dunia saham membuktikan bahwa dunia trading bukanlah milik laki-laki saja. Wanita kelahiran Surakarta, Mei 1983 ini bercita-cita ingin mengedukasi satu juta orang untuk melek saham. Namun meski minat Ellen May condong ke saham, bukan berarti ia tak tahu-menahu tentang forex. Dalam bukunya Smart Traders Not Gamblers, Ellen May sebagai trader wanita sukses memaparkan psikologi trading yang cocok dibaca oleh para trader forex maupun saham.

ellen-may

"Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya," kata Ellen May. Berikut ini hasil wawancara ekslusif Seputarforex dengan Ellen May. Mari menyelami bagaimana pandangan seorang trader wanita sukses indonesia tentang dunia trading, khususnya komparasi trading saham dan trading forex.


Sekilas Profil Ellen May

Ellen May adalah seorang praktisi saham, trader, entrepreneur, sekaligus owner PT Ellen May Indonesia. Meski demikian, latar belakang pendidikannya bukanlah dari dunia ekonomi. Ellen May menamatkan pendidikan terakhirnya di bidang IT. Namun demikian, ia tetap bisa menjadi trader wanita sukses.
Awal ketertarikan Ellen May pada trading karena tentu untuk memetik profit, tetapi dengan cara yang simpel. Selain itu, dunia trading juga menawarkan peluang keuntungan yang bisa dikatakan cukup besar.


Trading Forex Jauh Lebih Menarik, Tetapi...

Saat ditanya mengapa saham lebih menarik untuk seorang Ellen May dibandingkan dengan forex, ia mengatakan bahwa sejujurnya trading forex jauh lebih menarik. Besarnya peluang profit yang ditawarkan dunia trading forex-lah yang paling menggiurkan. Namun, trader wanita sukses Indonesia ini lebih memilih untuk menurut pada passion-nya.

"Passion saya lebih ke saham daripada forex. Saya menikmati 'beauty of stock', bagaimana harga saham naik turun, bagaimana 'story of the companies' atau perkembangan sebuah perusahaan, dan faktor-faktor lain penggerak harga saham," kata Ellen May.

Ellen bukannya tak pernah bersinggungan dengan forex sama sekali. Ia sudah pernah mencoba ber-trading forex, tapi tak nyaman baginya.

"Gaya trading saya adalah di jangka menengah. Saya sudah pernah coba trading forex, memang sangat menarik. Akan tetapi karena saya tidak nyaman memakai metode intraday forex trading yang membutuhkan banyak waktu untuk memantau pasar, maka saya lebih mengambil saham saja," kenangnya.


Strategi Trading

Umumnya, strategi trading saham, forex, dan binary options memiliki kesamaan. Ellen May memilih strategi trading Buy and Hold atau yang disebut juga dengan strategi momentum.
Menyesuaikan entry dengan momentum harga saat ini memang bisa menempatkan posisi dengan lebih tepat. Momentum bisa mengukur kekuatan tren, sehingga trader bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kelangsungan tren harga agar bisa dimanfaatkan untuk entry.

"Saya menggunakan strategi Buy and Hold atau momentum trading, karena dengan effort yang minim, saya bisa mendapatkan profit hingga ratusan persen dalam satu tahun." kata Ellen.


Trading For Passion Dan Tantangannya

"Sebenarnya kalau saya sih bukan trading for living, karena yang for living itu suami saya. Hahaha.. Saya lebih ke trading untuk passion," aku Ellen sambil tertawa. Ellen May mengaku memiliki hasrat tersendiri untuk berinvestasi finansial. Mengawali dari reksadana, Ellen merambah ke saham dan forex. Namun, baginya forex kurang pas dengan minat dan waktunya yang juga sebagai seorang ibu dan istri.

ellen-may-dan-putrinya


Sang suami rupanya punya andil banyak dalam mendukung keinginan Ellen untuk berinvestasi. Oleh sebab itu, suaminya mengarahkan untuk bertrading saham. Ellen pun jatuh cinta pada trading saham setelahnya. Trading saham membuatnya bisa membagi waktu dengan tanggung jawab-tanggung jawabnya yang lain. Baginya, saham tidak menyusahkan. Ia pun sukses menjadi trader wanita sukses Indonesia.

"Setelah open posisi bisa ditinggal. Di jam-jam seperti sekarang ini (pukul 11 siang -red), biasanya saya sedang tidak memantau pasar, jadi bisa melakukan hal yang lain." kata Ellen.

Meski demikian, pilihan Ellen bukan tanpa tantangan. Ellen May mengaku harus berjuang keras saat awal-awal belajar. Kala itu, ia masih sering melakukan error dan belum menguasai psikologi trading sebagai seorang trader.

Ia juga pernah berhenti trading saat dunia dilanda krisis pada tahun 2008 dan rugi karenanya. Tetapi keadaan bisa berbalik. Ellen pernah memetik profit yang luar biasa dengan strategi tradingnya. Ada yang mulai 600% bahkan 1.500% di tahun 2013. Dari sini, Ellen menemukan bahwa rahasia sukses trading adalah kombinasi antara sistem yang bagus dan pengendalian psikologi trading.


Keuntungan Forex Lebih Besar Dari Saham

Ketika ditanya tentang manakah yang lebih cocok untuk orang Indonesia, apakah trading saham atau forex, Ellen menyarankan saham meski ia terang-terangan mengatakan return yang diberikan forex bisa sangat tinggi.

"Untuk profit, tentu forex (yang lebih besar). Forex menawarkan high reward. Saya kira forex kelasnya memang di atas saham dalam menawarkan keuntungan. Tetapi, kerugiannya juga besar. Jadi, untuk orang Indonesia mungkin bisa start ke saham dulu saja. Setelah menguasai cara mengatur psikologi trading, barulah bisa ke forex." tutur Ellen.
Kepribadian yang wajib dimiliki seorang trader, baik forex ataupun saham, pada intinya sama. Menurut Ellen May, Seorang trader harus mempunyai sifat-sifat ini:
  1. Berani dalam mengambil keputusan dan menanggung risiko
  2. Mau mengevaluasi diri. Memperbaiki jika punya kesalahan
  3. Sabar dan tekun.


Kalau Modal Trading Minim

Untuk pemula yang ingin berinvestasi ke pasar derivatif dengan modal yang minim, apakah sebaiknya ke saham atau ke forex? Ellen menjawab bisa keduanya. Yang penting orang itu mau belajar. Menguasai analisa teknikal, kata Ellen, akan mempermudah seorang pemula dalam mempelajari dunia trading.

"Bisa dua-duanya, tapi lebih aman memang saham. Untuk pemula memang sebaiknya menggunakan modal yang minim dulu. Jangan terlalu grusa-grusu menggelontorkan uang yang banyak agar dapat uang banyak. Jika memang tertarik forex, bisa mulai ke akun demo atau langsung pakai uang dengan jumlah kecil lebih dulu. Begitupula di saham, bisa mulai dengan modal yang kecil dulu." jelasnya.


Jangan Terlalu Banyak Ikut Forum

Tentang sosok trader idola, Ellen May menyukai Jesse Livermore. "Terlepas dari kehidupan pribadinya yang mati bunuh diri dan keluarga yang berantakan, saya kira strategi Jesse Livermore dalam trading itu sangat bagus. Wisdom-nya saya suka dengan Warren Buffet, cuma saya tidak suka kalau baru dapat keuntungan setelah sudah tua. Hehehe.."
Seperti beberapa figur trader sukses Indonesia lainnya, Ellen May menyarankan agar tidak terlalu banyak ikut forum. "Jangan terlalu banyak ikut forum. Bikin bingung. Pahami dulu dari analisa teknikal, gampang kok. Yang jelas pakai uang dalam jumlah kecil dulu." nasihatnya.

Sebelum bertrading, Ellen selalu mempersiapkan rencana trading sehari sebelumnya. Ia selalu menyusun analisis sebelum terjun ke medan trading. Bedanya dengan trader biasa, Ellen akan membagikan analisisnya pada trader lain melalui Premium Access yang bisa didapatkan di situs Ellen May Institute.


Mendidik 1 Juta Trader

Kegiatan membagikan analisis tersebut bukan tanpa alasan. Selain bisnis, Ellen May juga memiliki cita-cita ingin mengedukasi 1 juta orang supaya melek saham. Saat ini, Ellen memang sedang dalam perjuangan untuk mencapai cita-citanya tersebut, namun jumlah orang yang teredukasi masih dalam satuan ribu.

smart-trader-not-gambler

"Sejauh ini, saya sudah enjoy dan puas dengan karir saya sebagai seorang trader. Saya ingin bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat dan mengedukasi 1 juta orang untuk melek saham," ujarnya.

Mengakhiri wawancara, Ellen May sang trader wanita sukses Indonesia, berpesan pada trader pemula, baik saham maupun forex, agar selalu sabar dan menikmati proses. Tidak ada kesuksesan instan. Kuasai analisis teknikal untuk membantu kesuksesan trading Anda.

2 Strategi Praktis Trading Saham

Banyak orang sudah berhasil menjadi Super Trader ™, meraup profit puluhan hingga ratusan persen dari trading saham dengan cara trading yang sederhana.
Tapi, beberapa orang yang masih berpandangan sempit dan masih berpikir, “saham itu judi”, “Anda pasti rugi jika main saham”, dan “hati – hati anda tidak bisa berhenti hingga uang anda habis”.
Bagaimana caranya supaya bias menjadi Super Trader ™, dan tidak menjadi “gambler” atau speculator, yang selalu rugi besar, dan menyalahkan pasar saham sebagai kambing hitam?
Selain menguasai pengelolaan risiko, serta pengendalian emosi saat trading, Anda sebaiknya pahami 2 jenis strategi untuk trading saham, seperti strategi Super Trader ™ ,dan yang kedua adalah strategi Swing Trading.
Nah pada kesempatan kali ini, kita akan belajar tentang beberapa contoh dari strategi Swing Trading, berdasarkan pergerakan pasar terbaru.
Yuk disimak contohnya, dan bagaimana caranya melakukan swing trading!
  1. Mengenali Support dan Resistance
Ellen-may
Ellen-may
Dapat kita lihat pada chart BBCA, yang dimaksud dengan support adalah batas bawah dari pergerakan harga, dimana ketika harga akan memantul ke arah atas ketika bertemu titik support tersebut. Semakin sering harga tersebut mantul di titik support tersebut, dapat dipastikan titk support itu adalah support kuat, maka probability harga akan mantul ke arah atas ketika jatuh menyentuh titik tersebut akan besar.
Sedangkan resisten adalah batas atas dari pergerakan harga, sehingga harga akan memantul ke arah bawah ketika bertemu dengan titik resisten seperti pada gambar di atas. Semakin sering harga tersebut mantul di titik resisten tersebut, dapat dipastikan titk resisten itu adalah resisten kuat, maka probability harga akan mantul ke arah bawah ketika naik menyentuh titik tersebut akan besar.
2. Buy on Support, Sell at Resistance
Ellen-may
Ellen-may
Dapat kita lihat pada chart PTBA, ini adalah contoh buy on support dan sell on resisten, kita dapat menyebut itu titik support untuk buy ketika kita melihat adanya titik support yang terjadi pada pergerakan sebelumnya seperti yang dapat kita lihat lingkaran merah di gambar. Begitu juga sell on resisten, dimana kita menentukan target di area resisten tersebut berdasarkan titik resisten yang sudah terjadi sebelumnya.
3. Buy on breakout, sell at resisten
Ellen-may
Ellen-may
Dapat kita lihat pada chart BWPT di atas, ini salah satu contoh buy on breakout resisten, dan sell on resisten, dikatakan buy on break dikarenakan harga telah berhasil menembus batas resisten yang pernah terjadi sebelumnya seperti pada lingkaran merah di level 240-250, dan sell on resisten berarti kita menjualnya dengan target pada resisten berikutnya yaitu level 280-290. Dan kita juga bisa menjual di target resisten berikutnya di level 380an.
Strategi ini dapat diaplikasikan oleh siapapun trader pemula maupun trader profesional. Asal Anda konsisten menerapkan strategi dan disiplin dalam membatasi risiko.
Salam Profit
Ellen May Institute

Saturday, September 15, 2018

Waktu yang tepat menggunakan #indikator #trading #MACD simple tapi powerfull

Waktu yang tepat menggunakan indikator MACD simple tapi powerfull.

MACD sebagai salah satu tool indikator dalam trading saham, sebenarnya simple dan powerful, namun harus tahu kapan menggunakan MACD agar bisa mendapatkan entry dan exit yang tepat.

MACD ini dibuat dari perpaduan garis MA 26 dan 12, serta garis sinyal 9, bila anda mau bereksperimen dengan settingan lainpun bisa.

Penggunaan MACD simple, yaitu dengan melihat persilangan garis MACD dan garis sinyal MACD, serta dengan melihat bar histogram, yaitu di bagian amplitude atau ketinggiannya, warnanya dan trend dari bar MACD tersebut.

Convergen dan Divergen dalam MACD bisa memberikan early signal pada pergerakan harga suatu saham. Indikator yang termasuk momentum indikator ini banyak disukai trader saham karena simple penggunaannya.

Friday, September 14, 2018

Tips Sukses Trading Saham untuk Pegawai Kantoran

pegawai kantaa
Ada banyak investor dan trader yang bermimpi untuk meninggalkan pekerjaannya saat ini untuk menjadi full time trader, alias trading for living. Orang-orang tersebut umumnya melihat potensi luar biasa yang ada di bursa saham, dimana setiap hari selalu ada saham yang naik harganya naik puluhan persen, dan mereka berpikir andai saja mereka punya skill dan waktu untuk mengambil ‘peluang’ tersebut.  Maka mereka tidak harus pergi ke kantor setiap pagi, dimarah-marahi bos, dan menerima gaji yang ‘segitu-segitu saja’ setiap bulannya.
Hidup sebagai full time trader tentu terlihat menarik, karena kita hanya perlu duduk di depan komputer beberapa jam sehari untuk trading tanpa harus keluar rumah, kita juga bebas menentukan kapan hari libur, dan kapan hari kerja kita sendiri.  Kita akan punya jauh lebih banyak waktu untuk keluarga, untuk olahraga, dan tentunya kita juga memiliki potensi mendapatkan penghasilan bulanan yang jauh lebih besar dari penghasilan sebagai pekerja kantoran.
Saya pernah bertemu dengan seorang trader yang memiliki rencana untuk meninggalkan kerjaannya untuk menjadi full time trader, dia mengatakan kalau memiliki strategi sangat sederhana dan ampuh, yaitu dengan mencari profit 2%/hari.  Setelah mendapat 2% di hari tersebut dia akan tutup monitor dan menikmati hidup.
Dengan proyeksi sederhana dia menghitung dengan strategi tersebut di tahun pertama portfolionya akan bertumbuh 68%, dalam 2 tahun tumbuh sebesar 182% dan di tahun ketiga modal awalnya akan tumbuh sebesar 375%.
Pada awal tahun keempat penghasilan harian (2%) trader tersebut sudah 1 juta per hari, sudah cukup untuk hidup layak bersama istri dan keluarga.
Dan tentunya proyeksi itu dengan asumsi tidak ada dana tambahan lainnya yang dia kelola, dia juga percaya kalau sudah ada track record berhasil meningkatkan portfolio sebesar 375% dalam 3 tahun, maka investor akan berbondong-bondong menitipakan uangnya pada trader tersebut.
Semua itu bisa diperoleh hanya dengan mencari keuntungan 2% dalam 1 hari, dan setiap trader tahu ada puluhan saham yang naik 2% atau lebih dalam 1 hari.
Satu-satunya penghalang bagi trader tersebut untuk menjadi kaya raya dengan menjalankan rencana tersebut adalah: dia tidak memiliki cukup uang untuk hidup selama 3 tahun kedepan, sambil menunggu portfolionya tumbuh 375%, sampai keuntungan harian yang didapat bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.
(Sebagai catatan modal awal trader tersebut adalah 100 juta, dan dengan proyeksi profit 2% per hari dalam 3 tahun modal tersebut akan tumbuh menjadi 476 juta )
Saya percaya ada ratusan bahkan ribuan trader di Indonesia yang berpikiran kurang lebih sama dengan trader tersebut, dan merasa ‘kalau saja saya punya cukup modal’ maka mereka sudah meninggalkan pekerjaannya saat ini, dan menikmati hidup sebagai full time trader.
learn-professional-trading-md1
Namun pertanyaan terbesarnya, pernahkah anda berhasil menemukan seorang trader yang berhasil menerapkan strategi tersebut, kita tahu tidak sulit mendapat profit 2% di bursa saham, namun adakah trader yang secara konsisten bisa melakukan itu setiap hari.
Jika untuk profit konsisten 2% per hari itu mudah, maka harusnya kita akan menemukan ratusan bahkan ribuan trader yang sudah kaya raya dari trading saham saat ini. Namun kenyataannya kalau BEI mengundang investor untuk membawakan sesi “Success Story” investor yang diundang hampir selalu Lok Kheng Hong. Ironisnya Lok Kheng Hong adalah seorang investordan bukan trader.
Cerita saja, tahun lalu memang saya diminta untuk membawakan “Success Story” dalam acara Investival di Bandung yang diadakan oleh BEI. Namun alasannya sama sekali bukan karena bursa melihat saya berhasil menggandakan uang saya puluhan bahkan ratusan kali lipat seperti Lok Kheng Hong. Karena kalau ukuran “success” nya diukur dari profit yang diperoleh, saya tahu pasti ada seorang trader di Bandung yang secara konsisten memperoleh profit jauh lebih besar dari saya.
Saya diundang untuk menceritakan “Success Story” lebih karena keberanian saya untuk menjadi full time trader langsung setelah saya lulus kuliah, dan sebagai penghargaan karena saya besama team Creative Trader lainnya berhasil menciptakan metode analisa baru di luar analisa Technical dan Fundamental.
Lalu bagaimana dengan para pakar saham yang selama ini kita kenal, kita tahu dalam era sosial media seperti sekarang banyak sekali bermunculan ‘selebriti pasar modal’, mereka yang dipercaya atau terkadang meng-claim dirinya selalu berhasil memperoleh keuntungan besar di market. Apakah mereka pun tidak berhasil memperoleh keuntungan yang konsisten di pasar modal ?
1.1asdfasdf
Pernahkan anda meneliti dari ‘selebriti-selebriti’ tersebut berapa banyak dari mereka yang benar-benar menggantungkan penghasilannya hanya dari profit trading saham? Berapa banyak yang sudah meninggalkan pekerjaannya  untuk menjadi full time trader ?
Kita sama-sama tahu kalau sebagian dari ‘selebriti pasar modal’ tersebut masih memiliki pekerjaan lain selain trading saham, ada yang bekerja sebagai broker atau analis di sekuritas (yang umumnya bahkan dilarang untuk trading dengan uangnya sendiri), ada juga yang bahkan pekerjaannya sama sekali tidak berhubungan dengan pasar modal. Ada yang sering meng-claim dirinya cuan besar di pasar modal tapi ujung-ujungnya menawarkan berlangganan stockpick bulanan.
Atau yang seperti saya, meskipun saya sudah trading selama hampir 10 tahun, namun sampai saat ini masih ‘rajin’ memberikan Workshop Bandarmologi dan Foreign Flow di berbagai kota.
Kedua informasi di atas tentu seperti bertolak belakang, di satu sisi kita semua tahu kalau mendapat profit 2% sehari seharusnya tidak susah-susah banget, namun pada kenyataannya sangat sulit untuk kita menemukan seorang trader yang benar-benar hidup bergatung dari profit trading saham.
Kenapa para pakar yang sepertinya sangat mahir dalam trading saham tersebut umumnya masih tetap menawarkan jasa stockpick, memberikan seminar, bahkan private class. Kenapa mereka tidak menggunakan seluruh energinya untuk trading saham, karena profit 2% sehari saja harusnya bisa membuat mereka kaya raya dan mendapat penghasilan jauh lebih besar daripada memberikan stockpick, atau layanan lainnya.
Saya memang tidak bisa menjawab alasan pakar-pakar saham lainnya, namun saya bisa menjawab alasan saya sendiri.
Kenapa saya sampai sekarang masih memberikan seminar, menulis di website, sampai memberikan ulasan dan rekomendasi secara gratis di LINE OFFICIAL selama market berjalan. Kenapa saya tidak meninggalkan semua itu dan menjadi full time trader.
Alasan pertama, karena saya memang tidak ingin ‘cepat kaya’, sejak kecil saya diajarkan untuk hidup hemat, orang tua saya berhasil menanamkan konsep, semakin sederhana hidup, semakin keren. Setelah dewasa saya mengenal sosok Warren Buffett, yang merupakan investor terkaya di dunia yang hidupnya sangat sederhana, jadi konsep tersebut justru semakin tertanam setelah saya trading saham.
Karena itu sejak saya kuliah sampai sekarang tidak ada banyak perubahan dalam gaya hidup saya, setiap hari saya ngantor masih pakai kaos oblong, celana pendek dan sendal jepit.
Saya tidak tertarik membeli mobil mewah, karena saya merasa lebih enak naik ‘taxi online’ daripada naik BMW. Saya tidak tertarik membeli jam tangan mewah, karena memang sejak kecil dulu saya tidak suka pakai jam tangan. Saya tidak suka rumah yang besar, karena saya orangnya ceroboh dan pelupa, semakin besar rumahnya semakin sulit saya mencari barang yang hilang.  Jadi tidak ada dorongan yang besar dalam diri saya untuk memaksa diri saya untuk menjadi cepat kaya.
NABURAlasan kedua, saya sangat percaya prinsip tabur-tuai. Orang yang banyak menuai adalah orang yang banyak menabur terlebih duhulu. Jadi karena saya tahu saya akan selalu butuh menuai uang, maka saya harus selalu menabur uang, dengan memberikan sebagian dari uang yang saya dapatkan setiap bulannya ke organisasi sosial dan keagamaan.
Saya tahu untuk bisa menemukan saham yang tepat, pengetahuan saya harus selalu bertambah, jadi saya butuh menuai pengetahuan, artinya saya juga harus menabur pengetahuan, itu sebabnya saya senang sekali dalam menulis artikel dan membagikan sebanyak mungkin yang saya tahu baik di website atau di seminar-seminar.
Namun terlepas dari kedua alasan tersebut, saya akan berbohong jika saya mengatakan tidak ada alasan financial sama sekali dibalik berbagai kesibukan saya menulis website, dan membuat seminar tersebut.
Karena meskipun saya tidak banyak membutuhkan uang, namun kenikmatan mendapatkan uang dan memiliki banyak uang tetap saya rasakan dan tidak pernah berakhir. Namun bagi saya dari sisi finansial ada manfaat yang lebih penting dari sekedar mendapat uang dari seminar, atau penjualan product lainnya. Manfaat ini diajarkan pada saya dari seorang trader sukses yang pernah saya temui beberapa tahun lalu di Jakarta.
Trader ini adalah seorang trader yang sukses, yang kesuksesannya sudah saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, setiap kali dia profit besar di suatu saham yang dibelinya, dia akan menyisihkan sebagian keuntungan yang diperolehnya untuk memuaskan hobinya mengoleksi mobil mewah.
Jika anda menemukan satu mobil mewah dengan huruf plat belakang MRA, maka kemungkinan anda menemukan salah satu mobil yang dibeli oleh trader tersebut dari keuntungan membeli saham SMRA beberapa tahun yang lalu, dan dia memiliki begitu banyak mobil mewah.
Menariknya terlepas dari keuntungan yang begitu besar, dia masih menjalankan tokonya di Mangga Dua. Lebih dari setengah waktunya bahkan dihabiskan untuk mengurus toko tersebut, padahal dengan kasat mata saja saya bisa menilai kalau keuntungan yang dia peroleh dari toko tersebut tidak akan ada apa-apanya dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari trading saham.
Hal itu membuat saya sangat heran, melihat kesetiaan orang ini mengurus tokonya, sehingga saya bertanya kenapa dia masih mau mengurus toko tersebut, kenapa dia tidak fokus trading saham saja yang hasilnya jauh lebih besar.
Jawaban dari trader tersebut sangat mengagetkan dan merubah padangan saya mengenai trading dan invest di pasar modal.
Beliau mengatakan, toko ini bukanlah penghambat, namun justru merupakan kunci kesuksesan dia dalam trading saham, dia mengatakan meskipun dia punya pengalaman segudang dalam trading, namun sering kali dia gagal karena tidak kuat secara mental, seringkali meskipun sahamnya sudah benar, dan prediksinya benar, namun dia tidak sabar menunggu prediksi tersebut menjadi kenyataan.
Dan dia mengatakan tidak ada tekanan mental yang lebih besar dalam trading daripada sebuah Keharusan Untuk Untung Sekarang Juga.  Dan jika kita mengantungkan hidup kita hanya dari profit trading saham, maka cepat atau lambat tekanan ini akan menghampiri kita.
stressed-man-500Bayangkan rasanya jika anak anda sakit dan perlu dirawat di rumah sakit, dan untuk mendapatkan biayanya pengobatan, anda harus membeli satu saham yang memberikan keuntungan sebesar mungkin dan secepat mungkin supaya keuntungannya bisa untuk biaya rumah sakit.
Jika anda pernah merasakan trading dalam tekanan sebesar itu, anda pasti tahu kalau hasilnya hampir selalu rugi, tidak peduli sehebat apa anda, tekanan mental yang anda rasakan akan menghapus semua keahlian anda pada saat itu.
Jadi itulah alasan trader tersebut tetap menjalankan tokonya, karena dia memang menggantungkan kehidupannya dan keluarga dari pendapatan dari toko tersebut, karena pendapatan dari toko tersebut jauh lebih terprediksi daripada harga saham.
Jadi apa pun hasil tradingnya, kebutuhan ‘dapur’ sudah terjamin, hal itulah yang membuat dia menjadi jauh lebih tenang dan objective dalam trading. Keuntungan dari trading bisa dibelikan mobil baru, jalan-jalan ke luar negeri atau hadiah untuk istri, namun meskipun tading sedang rugi, kehidupan anak istri sudah terjamin.
Nasihat dari trader tersebut yang merubah sudut pandang saya, jujur dulu saya ‘gengsi’ untuk menjadi trader sekaligus trainer, karena saya tahu akan selalu ada orang yang mengritik saya dan mengatakan kalau saya benar-benar jago trading, kenapa harus jualan seminar.
Namun pada kenyataanya saya justru menjadi trader yang lebih baik setelah saya menjadi trainer, menurut saya itulah alasannya kenapa banyak trader yang sudah sukses sekalipun tetap mempertahankan usaha sampingannya. Karena adanya penghasilan tambahan tersebut justru membuat trading menjadi jauh lebih mudah.
Hal itu juga yang menyebabkan kenapa saya menemukan ada banyak orang yang kaya raya dan super sibuk karena memiliki banyak usaha di sektor riil, justru lebih sukses dalam trading saham daripada mereka yang memusatkan seluruh perhatiannya untuk mendapat cuan dari pasar modal.
Jadi pelajaran yang kita dapat, jika saat ini anda berpikir bahwa pekerjaan anda selama ini adalah penghalang anda untuk sukses dalam trading saham, maka hal tersebut belum tentu benar. Pekerjaan anda justru bisa dijadikan senjata ampuh untuk kesuksesan anda dalam trading atau berinvestasi di pasar modal.
Saya sudah menemui puluhan trader atau investor sukses, dan mayoritas adalah mereka yang memiliki ‘kerjaan sampingan’ dan bukan full time trader.

Sumber : https://www.creative-trader.com/tips-sukses-trading-saham-untuk-pegawai-kantoran/

Sunday, September 9, 2018

5 SAHAM INI LAYAK DISIMPAN SEUMUR HIDUP

5 saham inii
Dalam 2 minggu terakhir kami membuat voting kepada para pembaca website kami dan menanyakan :
Jika anda diminta memilih 1 saham untuk dibeli sekarang, dan baru bisa dijual oleh keluarga anda setelah anda tutup usia nanti, saham apakah yang anda pilih ?
Dari pertanyaan tersebut kami mencoba menanyakan emiten mana yang dianggap paling aman sehingga layak disimpan seumur hidup. Untuk mencari saham yang layak disimpan seumur hidup tentunya faktor utama yang dijadikan bahan pertimbangan adalah dari sisi bisnis yang dijalani perusahaan, pilihan umumnya tertuju pada perusahaan yang sudah menjadi market leader di bisnisnya, dan berada dalam industri yang tidak banyak terpengaruh oleh perubahan jaman, sehingga investasi kita juga lebih aman.
Selain itu kita juga umumnya mengharapkan perusahaan yang harganya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dan bukan perusahaan seasonal seperti perusahaan pertambangan yang keuntungan dan harga sahamnya sangat dipengaruhi oleh naik-turunnya harga komoditas, dimana ada tahun-tahun dimana saham sektor ini mengalami kenaikan luar biasa, namun akan ada tahun-tahun dimana harga sahamnya mengalami penurunan yang luar biasa bahkan bisa terancam bangkrut.
Secara total kami mendapatkan 507 suara, berikut ini 5 saham yang paling banyak dipilih dalam voting tersebut.
apple-touch-iconPERINGKAT 1 :  UNVRBukan sebuah pilihan yang mengejutkan untuk menduduki peringkat pertama. Kita tahu perusahaan ini adalah perusahaan multinasional, dengan produk yang selalu kita gunakan dalam kebutuhan sehari hari.
Kita tahu perusahaan ini adalah pemilik dari merek-merek seperti Rinso, Lifebouy, Pepsodent, Royco, Sariwangi, Blue Band, Pond’, Rexona, Lipton dan banyak lagi, di wikipedia tercatat ada 33 merek yang dimiliki Unilever di Indonesia, dan hampir semuanya kita kenal dan biasa kita gunakan.
Kinerja keuangan perusahaan ini juga bisa dikatakan sangat baik, dalam 5 tahun terakhir Penjualan dan Net Profit perusahaan selalu naik setiap tahunnya. Hal ini menandakan meskipun perusahaan ini adalah perusahaan raksasa, namun mereka tetap bisa berkembang dari tahun ke tahun.
Secara Valuasi UNVR bisa dibilang susah sangat mahal, karena diperdagankan dengan PER 46.1x di akhir tahun 2016 lalu. Artinya jika laba perusahaan kedepan selalu sama, dan seluruh laba tersebut diberikan pada pemegang saham, maka dibutuhkan waktu 46 tahun untuk investasi kita BEP di saham ini. PBV nya juga tidak kalah mahalnya di level 62X artinya perusahaan ini dihargai 62 kali lipat dari kesuluruhan asset perusahaan ini.
Meskipun valuasinya sudah sangat mahal, namun bisa dikatakan wajar perusahaan ini berhasil menduduki peringkat pertama, karena jika tujuannya untuk disimpan seumur hidup faktor keamanan tentunya jadi pertimbangan utama.
PERINGKAT 2: TLKMPerusahaan telekominaksi ini market leader di dunia telekomunikasi dalam negeri, dan memiliki kelebihan di sisi infratruktur dibanding dengan pesaing-pesaingnya. Selain itu kita tahu TLKM jusa berhasil melakukan transisi dengan baik dari era telepon kabel, ke era telepon cellular dan sekarang smartphone. Hal ini terbukti dengan kemampuan perusahaan menjaga agar pendapatan dan net profit perusahaan naik setiap tahun dalam 5 tahun terakhir.
gedungtelkom
Secara valuasi TLKM memiliki valuasi yang jauh lebih murah dibandingkan dengan UNVR, dengan PER 20x dan PBV hanya 3.8 di akhir tahun 2016 lalu.
Namun satu hal yang saya kurang suka dari TLKM adalah kualitas productnya yang bisa sering mengecewakan, dari layanan internet, tv kabel, dll semuanya kualitasnya masih seadanya. Namun terlepas dari faktor itu saya setuju TLKM masuh dalam 5 besar saham yang layak disimpan seumur hidup.

PERINGKAT 3: BBCAPerusahaan nasional dengan kualitas dunia, BCA semakin hari semakin-semakin mengokohkan dirinya sebagai Bank Swasta terbaik di Indonesia. Untuk layanan personal banking, tidak ada Bank yang bisa menyaingi bank yang satu ini. Sejauh ini BBCA baru merajai market di kota-kota besar di Jawa. Namun bukan mustahil kedepannya akan semakin melebar ke kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia.
Bank ini juga merupakan Bank dengan recurring income (pendapatan berulang dari fee yang ditarik dari nasabah dalam menggunakan jasanya) yang terbesar di Indonesia. Kinerja keuangan perusahaan ini juga bisa dibilang luar biasa, dalam 5 tahun net profit perusahaan sudah tumbuh 100%. Suatu pencapaian yang luar biasa untuk Bank sebesar BCA.
PERINGKAT 4: WSBPSaham ini yang paling mengherankan karena bisa menjadi saham peringkat ke 4 pembaca untuk disimpan seumur hidup. Karena bukan hanya karena saham ini baru IPO dan pergerakan harganya bisa dibilang mengecewakan sejak IPO sampai saat ini, saham ini juga memiliki market cap yang sangat kecil, tidak sampai 5% dari market cap BCA.
Yang lebih aneh lagi induk perusahaan ini, yang notabene adalah sumber dari hampir semua penghasilan perusahaan hanya menduduki peringkat ke 30. Kemungkinan besar alasan mengapa WSBP terpilih, yaitu karena saham ini dianggap sudah cukup murah harganya, paling tidak jika dibandingkan dengan harga beberapa bulan yang lalu.
Sayangnya asumsi tersebut juga ternyata salah, dibandingkan dengan saham-saham konstruksi BUMN besar pun penurunan harga WSBP saat ini adalah adalah yang paling sedikit jika dibandingkan dengan WSKT, WIKA, PTPP dan ADHI dalam periode yang sama.
Jadi kami melihat WSBP masih butuh waktu yang panjang untuk masuk ke dalam jajaran 30 besar saham yang layak disimpan seumur hidup, terpilihnya WSBP kemungkinan lebih didorong harapan yang dimiliki para investor ritel yang umumnya dalam posisi nyangkut di saham ini. (Baca juga : Akankah WSBP bernasib seperti BEKS ?!)
con_img
PERINGKAT 5: ASIIPerusahaan nasional lainnya dengan kualitas multinasional, penguasa dunia otomotif di Indonesia, yang memiliki ‘gurita’ bisnis yang menguasai bisnis otomotif dari hulu ke hilir. Juga UNTR yang merupakan kontraktor batubara dan penjual alat berat terbesar di Indonesia.
Kinerja keuangan ASII tidak istimewa dalam 5 tahun terakhir, pendapatan perusahaan ini cenderung stagnan dalam periode tersebut. Net profit akhir tahun 2016 ini bahkan lebih rendah dari net profit 5 tahun yang lalu. Selain itu untuk disimpan seumur hidup ASII juga kemungkinan akan memiliki banyak tantangan di masa yang akan datang. Karena dalam beberapa tahun terakhir trend angkutan umum semakin bertumbuh dan semakin digenjot pemerintah, yang artinya pembelian otomotif dalam 5-10 tahun kedepan mungkin saja lebih kecil dari saat ini. Selain itu dalam beberapa tahun kedepan smart car juga kemungkinan akan mulai bermunculan, hal ini juga bisa dapat menjadi goncangan besar untuk dunia otomotif, seperti yang terjadi dengan bisnis telepon seluler pasca keluarnya iphone.
Hal-hal membuat prospek masa depan perusahaan masih cukup menantang meskipun dari sisi SDM, Astra Group selalu berhasil merekrut orang-orang terbaik di dalam negeri. Secara Valuasi ASII kami anggap biasa saja dengan PER 22X dan PBV 2.3
PERINGKAT 4 dan 5 versi CTSUntuk mengganti WSBP dan ASII, kami melihat 2 saham yang juga layak masuk posisi 5 besar saham yang bisa dikoleksi seumur hidup adalah  INDF dan CPIN kami menganggap kedua saham ini memiliki manajemen yang baik, dan masa depan yang lebih terprediksi.
Bukan hanya itu keduanya kemungkinan akan terus bertumbuh searah dengan ekonomi dalam negeri, dan tidak akan banyak ‘terganggu’ oleh perubahan jaman. Secara keuangan keduanya juga masih bertumbuh, dengan valuasi yang kami anggap wajar.
Alasan lain yang mendorong kami memilih kedua saham ini adalah supaya ada diversifikasi dalam peringkat 5 besar, jadi jika mungkin salah satu dari pembaca ingin menyimpan lebih dari 1 saham dalam list ini untuk disimpan seumur hidup, maka investor tersebut akan memiliki portfolio yang terdiri dari lebih dari 1 sector yang secara otomatis akan mengurangi resiko.
sumber : http://www.creative-trader.com/5-saham-ini-layak-disimpan-seumur-hidup/